Nama: Dini Achnafani
NIM: 16113083
Fakultas: SITH-S
Seminar 1
Oleh: Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan Republik Indonesia)
Seringkali kita mendengar banyak yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya terdapat di pulau Jawa saja, khususnya di Jakarta. Nyatanya, pertumbuhan ekonomi di Jakarta hanya mewakili 20% dari keseluruhan. Akan semakin mudah bagi kita jika bisa merealisasikan pertumbuhan diluar pulau Jawa.
Indonesia saat ini sedang dalam masa transformasi yang pesat. Hal ini dipengaruhi juga oleh letak geografis yang sangat strategis. Seperti yang kita tahu pula, sedang dicanangkan kelonggaran ekonomi dan investasi di negara-negara ASEAN. Yang berarti:
1. ASEAN akan menjadi basis produksi
2. Terbentuknya pasar kolektif
3. Persaingan akan semakin ketat
Ini semua berarti tantangan kita akan semakin besar. Mengingat negeri kita ini memiliki potensi alam yang luar biasa, kita harus bisa berkompetisi agar bukan kita yang menjadi 'korban' dari kebijakan ini. Masalahnya adalah, ada resiko produk-produk yang beredar nanti bukan dilabeli merah-putih, tapi negara-negara lain. Inilah yang mengancam negara kita.
Keadaan sekarang ini kita hanya bisa mengekspor bahan mentah, menjualnya ke luar negri, dan mengimpornya kembali. Hasilnya, kita tidak bisa menikmati multiplikasi dari barang barang kita sendiri. Kita masih belum bisa mengolahnya sendiri.
Saat ini Indonesia butuh pemimpin yang proaktif. Pemimpin yang tidak hanya mengerti kebutuhan rakyatnya, tapi juga eksistensi geopolitik. Namun juga tidak melupakan nilai-nilai keraifan lokal.
Sekarang kita lihat negara Korea Selatan. Dengan berhasilnya mereka bisa mengekspor budaya-budaya mereka. Suatu negara akan susah dikatakan berhasil jika tidak mengeksportasi budaya mereka.
Indonesia butuh pemimpin yang bisa menjawab tantangan ini. Salah satu caranya adalah dengan memperkaya dan melestarikan budaya-budaya kita. Dan juga tidak memisahkan sumber daya alam kita dengan penduduk lokalnya.
Seminar 2
Oleh: WANADRI (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung)
Perkumpulan para pecinta alam ini didirikan pada tahun 1964. Saat ini diketuai oleh Ilham Fauzi, dan menjadi organisasi tertua dalam perkumpulan pecinta alam bebas.
Organisasi ini sudah menjelajahi banyak tempat di Indonesia, bahkan dunia.
Indonesia sendiri sangat menarik untuk dijelajahi karena keanekaragamannnya yang kaya.
Terlebih setelah adanya Deklarasi Djuanda, secara tidak langsung negara Indonesia menjadi 3 kali lebih luas daripada saat setelah Proklamasi. Hal ini dikarenakan diakuinya Indonesia sebagai negara kesatuan yang terdiri dari banyak pulau dan diperbolehkannya Indonesia untuk mengurus kekayaannya sendiri hingga area ZEE. Dan itu terhitung dari pulau-pulau terluar di garis Indonesia.
Hal lainnya juga dapat dilihat dari garis Webber-Wallace yang membagi Indonesia menjadi 3 wilayah flora-fauna. Dapat dilihat beranekaragamnya spesies flora-fauna di Indonesia.
Namun, dikarenakan hal tersebut pula, negara ini memiliki banyak kendala, yakni:
Intervensi budaya, karena Indonesia berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga.
Bencana, terutama karena terdapatnya cincin gunug berapi dari mulai Sumatra hingga Jawa.
Karena latar belakang diataslah, Wanadri berorientasi dan memiliki 4 tujuan:
1. Pendidikan
2. Penjelajahan
3. Bakti masyarakat dan SAR
4. Perlindungan alam
Seminar 3
Oleh: Tri Mumpuni
Integritas dan Kompetensi Pemuda (alumni ITB) untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa
Materi kali ini membahas tentang pentingnya peran pemuda dalam memajukan kesejahtaraan bangsa. Dengan memiliki logika dan perasaan, diharapkan kiat mampu 'membaca' Indonesia dengan baik.
Seringkali sekarang ekonomi disalah artikan menjadi, "semakin banyak pertumbuhan penduduk, semakin baik ekonomi". Padahal seharusnya," semakin baik hasil mereka, semakin baik perekonomiannya.
Yang menjadi kesalahan disini adalah paradigma pembangungan. Dengan paradigma yang tepat, diharapkan dapat memakmurkan negeri ini. Bukan capital accumulation seperti yang terjadi sekarang, melainkan ekonomi yang manusiawi yang harus diterapkan.
Seminar 4
Oleh: Riset Indie
Organisasi ini berjalan di bidang penelitian mandiri di berbagai bidang, yaitu sosial, ekonomi, media, dan juga pengetahuan. Selain itu juga sebagai penyalur aktifitas.
Objek yang dipilih dalam penelitian ini subjektif. Seperti:
1. Polaroid project, proyek ini bertujuan mengembalikan kembali eksistensi kamera polaroid.
2. Animatronic, yakni kolaborasi dari bidang seni rupa dan robotika. Dimana dalam proyek ini diciptakan robot dengan karakter tubuh dan wajah yang seperti alien
3. Angkot day, yang bertujuan mengambil data mengenai kemauan masyarajat Bandung yang seperti apa untuk kembali mau memakai angkot, jadi jalanan di Bandung dapat kembali tertib dan tanpa macet.
ESENSI TUGAS ANGKATAN
Dalam tugas angkatan membuat tulisan #untukindonesia kali ini, saya sebagai anggota kelompok 73 mendapat bagian membentuk batang dari huruf "i" yang pertama untuk kata Indonesia.
Memang, sebagai satu dari tiga ribu lebih orang yang membentuk tulisan besar ini saya tidak merasakan secara langsung saat itu juga apakah sudah membentuk huruf yang ditentukan atau belum. Apakah tulisannya sudah selesai, terbaca atau belum.
Namun, saya sudah percaya pada teman-teman saya yang dipercaya mengatur tugas ini. Sehingga sebagai anggota saya bersedia untuk diperintah kesana-kemari, bergeser-geser, dan lainnya agar tulisan ini terbentuk.
Hasilnya memang baru terasa ketika kita melihatnya secara keseluruhan. Ketika kita melihat tanpa peduli kita bagian apa, apakah itu penting atau tidak. Ketika kita bersatu dan menaati perintah dari yang mengomando, semua akan menjadi mudah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayai dan menghargai orang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar