Cinta Tanah Air

Jumat, 23 Agustus 2013


Nama : Erhan Oressa
NIM : 16713142
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri
Hari ini, kami kedatangan tamu Bapak Mentri Perdagangan untuk memberikan materi dalam acara seminar dalam kegiatan OSKM ITB. Bapak Gita Wirjawan bercerita tentang semangat kemahasiswaan yang harus selaras dengan kearifan lokal. Beliau menyebutkan bahwa semangat kemahasiswaan harus membawa Indonesia ke kemerdekaan yang sesungguhnya dengan cara memajukan perekonomian daerah agar kita tidak dijajah oleh perekonomian internasional . Indonesia memang banyak sekali mengkonsumsi barang-barang dari luar negri, dan mengabaikan barang-barang asli Indonesia. Beliau berpesan agar kita sebagai calon penerus bangsa harus mengGarudakan diri sendiri dengan cara mengkonsumsi barang-barang lokal daripada konsumsi barang asing. Beliau juga menjelaskan tentang kesenjangan yang ada di Indonesia harus diminimalisir dengan cara menanam investasi di pulau-pulau di luar pulau Jawa, juga tentang multiplikasi nilai hingga membutuhkan investasi di hilir. Sehingga harus dibangun pendidikan dan pendanaan agar hilirisasi dapat berlangsung. Beliau juga akhirnya berpesan "Jadilah Garuda-Garuda yang kreatif, terampil, dan melek teknologi dengan semangat kebangsaan selalu menjunjung kearifan lokal. Selain paparan dari Bapak Gita Wirwajan, kami juga mendapatkan banyak info dari kakak-kakak Wanadri dan Kak Saska. Kakak-kakak Wanadri menjelaskan tentang keindahan pelosok Indonesia dan juga perlunya menjaga kelestarian wilayah Indonesia, sementara Kak Saska bercerita tentang Riset Indienya.
Ibu Tri Mumpuni, seorang pemberdaya listrik di Indonesia juga turut menjadi narasumber yang membawa judul Integritas & Kompetensi Pemuda(Alumni ITB) untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Integritas dan kompetensi artinya harus memiliki Logika dan Empati agar dapat membaca nasionalisme dengan baik, tidak hanya untuk diri sendiri. Banyak anak di Indonesia tidak mendapatkan hak untuk meraih mimpi. Alasannya adalah Ekonomi yang berlaku saat ini adalah ekonomi yang berdefinisi bahwa perekonomian yang baik adalah yang semakin tinggi pertumbuhannya, tidak memperhatikan kepentingan kesejahteraan lokal dan daya dukung lingkungan. Sistem tersebut diucapkan sebagai sestem yang tidak manusiawi. Sementara itu, seharusnya kita membangun kewirausahaan sosial yang artinya semakin baik hasil mereka, semakin baiklah ekonominya. Sehingga menciptakan keadaan kehidupan jutaan manusia yang melakukan sebaik-baiknya kegiatan yang disukainya. Untuk memperbaiki itu semua diperlukan perubahan tentang perbaikan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi, dan pembatasan pertumbuhan usaha. Sehingga beliau berpesan agar kami tidak hanya memperhatikan materi pendidikan formal, juga harus pro lingkungan dan masyarakat lokal.

0 komentar:

Posting Komentar